|
SUB TEMA III GEREJA PARTISIPATIF MELAKSANAKAN MISI YESUS KRISTUS Pertemuan 2 Membangun & Mengembangkan Communio TUJUAN - Membangun pemahaman dan kesadaran Umat, bahwa Tugas perutusan Yesus Kristus hanya dapat dilakukan oleh mereka yang hidupnya sungguh-sungguh sudah berpusat pada Kris-tus, yang tercirikan lewat partisipasi aktif mereka di dalam doa dan ekaristi serta kegiatan sakramental lainnya, dan juga partisipasi aktif mereka di dalam aneka kegiatan komunitas kaum beriman kristiani (= KBG / Communio).
- Belajar mengamalkan misi (= cara kerja!) Tuhan kita Yesus Kristus dalam hal membangun, merawat dan mengembangkan persekutuan kaum beriman kristiani (= KBG / Communio) sebagai titik-berangkat bagi pelaksanaan karya misi Gereja.
PEMBUKAAN - Sapaan Awal
- Lagu Pembukaan
- Tanda Salib - Salam
- Doa Pembukaan (spontan, tidak harus fasilitator, bisa meminta salah satu peserta untuk membawakan Doa Pembukaan)
KODE Seorang gadis kecil berusia tiga tahunan tersesat di ladang jagung yang terletak di dekat rumah mereka dan tidak dapat menemukan jalan pulang. Ladang jagung tersebut puluhan hektar luasnya. Sadar bahwa puteri kecil mereka tidak berada di rumah, kedua orang-tuanya mulai berusaha mencarinya. Dengan bantuan seluruh penghuni rumah, mereka terus mencari dan mencari … namun si gadis kecil itu tidak mereka temukan! Putus asa dengan hasil yang nihil dari pencarian itu, mereka lalu memanggil bala-bantuan. Para tetangga dan orang-orang di sekitarnya dimintai bantuan untuk ikut mencari si gadis kecil yang hilang itu. Mereka berusaha sebisa mereka untuk mencari. Namun hasilnya bahwa gadis kecil itu masih belum ditemukan! Seseorang dari mereka akhirnya mendapatkan ide untuk mempermudah proses pencarian si gadis kecil itu. Ia meminta semua mereka untuk saling bergandengan tangan dan berjalan menyisir ladang jagung tersebut dari ujung yang satu hingga ke ujung yang lain. Usaha itu akhirnya membuahkan hasil. Gadis kecil itu akhirnya dapat ditemukan di salah satu jalur ladang jagung yang luas itu. Namun sayang, ia sudah tidak bernyawa lagi! Didera rasa sedih dan putus asa karena kehilangan puteri kecilnya, sang ayah - seolah mempersalahkan dirinya sendiri - kemudian berkata : “Mengapa kita tidak bergandengan tangan dari semula, sehingga kita mungkin masih dapat menemukan dia lebih cepat dan selamat ?” DECODE (DISKUSI KELOMPOK) - Apakah kerugian yang bisa saja terjadi jikalau kita menarik diri dari persekutuan dengan sesama di dalam komunitas dan hanya mau berjuang sendirian di dalam menghadapi persoalan-persoalan hidup kita, tanpa mengikutsertakan atau melibatkan orang lain di dalam komunitas kita?
- Apa saja keuntungannya jikalau kita bergabung dalam suatu kelompok dengan semangat hidup yang saling tolong-menolong satu sama lain seperti pada akhir kisah tersebut di atas?
- Apakah yang bisa disimpulkan sebagai kaitan antara kisah gadis kecil yang tersesat itu dengan isi Pertemuan kita malam ini: “Gereja Partisipatif Melaksanakan Misi Yesus Kristus : Membangun & Mengembangkan Communio?”
PENEGASAN - Rasanya kita semua sepakat, bahwa hidup dalam persekutuan dengan sesama manusia merupakan suatu hal yang penting! Dari sisi sosiologis, kita manusia adalah makhluk sosial. Dari sisi spiritual, kita mewarisi kesaksian iman dan buah renungan Rasul Santo Paulus, yang dituliskannya dalam surat kepada jemaat di Roma, “Sebab tidak seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri. Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi, baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup, (Roma 14: 7-9).”
- Singkatnya : Communio atau persekutuan merupakan hal yang penting. Bukan saja dalam hubungan dengan sesama manusia, tetapi juga di dalam hubungan dengan Allah. Bahkan kedua tingkat hubungan ini tidak bisa terpisah dalam penghayatannya (Lihat : Mateus 25: 31-40 tentang “orang-orang yang melayani sesamanya yang disamakan dengan melayani Yesus sendiri,” dan Yohanes 15: 9-17 tentang “saling mengasihi antara Yesus dengan Bapa-Nya dan Yesus dengan jemaat-Nya, dan antara sesama murid atau jemaat .”).
- Oleh karena itu, menarik diri dari persekutuan dengan sesama dan dari persekutuan dengan Allah sesungguhnya adalah suatu kemalangan besar. Sebaliknya, melibatkan diri untuk bergabung ke dalam persekutuan dengan sesama, adalah hal yang sungguh bermanfaat dan mendatangkan berkat!
KITAB SUCI: Yohanes 20: 19-29 20:19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" 20:20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. 20:21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." 20:22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus. 20:23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada." 20:24 Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. 20:25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." 20:26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" 20:27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." 20:28 Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" 20:29 Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." PENDALAMAN KS - Apakah Thomas dalam teks Injil ini termasuk sebagai “orang yang mengundurkan diri dari Komunitas Para Rasul di Yerusalem?” Mengapa?
- Apa saja kerugian yang terjadi pada Thomas ketika dia absent / mengasingkan diri dari Komunitas Para Rasul di Yerusalem ini?
- Dan apakah yang dia peroleh setelah bergabung kembali ke dalam komunitas itu?
- Apakah yang dilakukan Yesus untuk membawa mereka kembali ke dalam Komunitas Para Rasul itu?
- Apa saja cara-cara yang dibuat oleh Tuhan kita Yesus Kristus untuk membangun dan mengembangkan Komunitas Para Rasul di Yerusalem tersebut?
PENEGASAN 1 (hanya dibaca saja, pelan-pelan, tak perlu penjelasan): - Sesungguhnya Tuhan kita Yesus Kristus tidak menghendaki adanya perpecahan di antara para murid-Nya. Ia menyusul Kleofas dan kawannya ke Emaus untuk membawa mereka kembali ke dalam Komunitas Para Rasul di Yerusalem (Lukas 24: 15). Ketika menghadirkan Kerajaan Allah melalui penyembuhan atas orang yang kerasukan setan, Yesus menegaskan bahwa misi atau tugas-perutusan-Nya antara lain untuk “mengumpulkan mereka yang tercerai-berai, (Bdk. Lukas 12: 28. 30. Yehezkiel 34: 15-16).”
- Cara yang ditempuh Yesus untuk melaksanakan tugas pastoral-Nya: mencari dan menyelamatkan yang hilang, mengumpulkan yang tercerai-berai, yang dalam kasus ini adalah membawa kembali para murid-Nya ke dalam Komunitas Para Rasul di Yerusalem, ialah dengan menjelaskan Firman-Nya kepada mereka. Kemudian ketika mereka sudah di Emaus, Yesus meneguhkan kesatuan-Nya dengan para murid dan persekutuan di antara para murid-Nya dengan mengadakan Upacara Pemecahan Roti (Lukas 24: 30-31). Dengan demikian Evangelisasi, Ekaristi dan Katekese menjadi sarana yang diamanatkan Yesus untuk membangun dan mengembangkan serta melestarikan keutuhan komunitas para murid-Nya.
- Komunitas kaum beriman kristiani adalah locus (= sarana / alat) bagi Yesus untuk sekaligus menghadirkan diri-Nya, dan untuk membagikan karunia-karunia kebangkitan-Nya. Pengalaman Rasul St. Thomas dalam teks Injil ini memberikan peringatan, bahwa yang mengundurkan diri dari komunitas akan kehilangan kesempatan untuk berjumpa dengan Yesus yang bangkit. Selanjutnya, kehilangan kesempatan untuk berjumpa dengan Yesus akan menyebabkan juga seseorang kehilangan kesempatan untuk mendapatkan karunia-karunia Paskah seperti : damai-sejahtera (Yoh 20: 19.21), perutusan (Yoh 20: 21), karunia Roh Kudus (Yoh 20: 22), serta kuasa pengampunan dosa (Yoh 20: 23).
- Persekutuan dengan Yesus dan dengan Allah Tritunggal adalah hal yang penting. Sebab dari sanalah kita menerima dasar dan sumber hidup kita, (Bdk. Yoh 10: 10 dan 15: 5). Sekalipun demikian persatuan dan kesatuan dengan sesama manusia, juga merupakan hal yang sama pentingnya. Perintah cinta kasih yang merupakan hukum yang terutama bagi para murid Yesus, merangkul kedua tingkat hubungan ini, (Lihat Mateus 22: 37). Kekurangan orang muda yang kaya di dalam teks Injil Markus 10: 17 – 30 ialah bahwa dengan sesama manusia, dia tidak mempunyai hubungan dan perhatian yang baik. Padahal option for the poor dapat membantunya mendapatkan hidup yang kekal (Markus 10: 17), harta di sorga (Markus 10: 21), atau Kerajaan Allah (Markus 10: 23). Sebab melalui kepeduliannya kepada sesama yang miskin dan menderita itu, kita mendapatkan kesempatan untuk melayani Yesus sendiri (Lihat Mateus 25: 40).
- Dalam konteks yang agak berbeda, Diakon Stefanus telah menempuh jalan kemartiran untuk menghayati kepeduliannya kepada sesama sekaligus untuk melayani Tuhan kita Yesus Kristus. Sesungguhnya ia bisa mengelak dari situasi tersebut, namun ia lebih memilih untuk menyerahkan diri kepada Yesus, karena tahu bahwa kesaksiannya telah ikut membukakan pintu surga bagi sesama yang mendengarnya (Bdk. “langit terbuka,” di mana kemuliaan Allah diwahyukan kepada Stefanus, dalam Kisah 7: 54-60).
PENEGASAN 2: (AJARAN GEREJA: hanya dibaca saja, pelan-pelan, tak perlu penjelasan) - Liturgi yang dirayakan setiap hari, membangun mereka yang berada di dalam Gereja menjadi kenisah suci di dalam Tuhan, menjadi kediaman Allah dalam Roh, sampai mereka mencapai kedewasaan penuh sesuai dengan kepenuhan Kristus. Secara mengagumkan Liturgi menguatkan tenaga mereka untuk mewartakan Kristus, dan dengan demikian menunjukkan Gereja kepada mereka yang di luarnya, sebagai tanda yang menjulang di antara bangsa-bangsa. Di bawah Gereja itulah para putera Allah yang tercerai-berai, dihimpun menjadi satu, sampai terwujudlah satu kawanan dan satu gembala, [SC artikel 2].
- Melalui Firman dan Ekaristi inilah Tuhan Yesus memelihara, membangun dan mengembangkan Gereja-Nya sebagai communio atau persekutuan kaum beriman dan kemudian melengkapinya dengan karunia-karunia kebangkitan, (Yoh 20: 19-23. Juga SC artikel 6-7 dan CD artikel 1, dan AA artikel 6 alinea 1). Karena itu, seseorang yang terasing dari Firman dan Ekaristi yang disajikan di dalam Liturgi, ia juga akan terasing dari pemeliharaan Kristus atas Gereja-Nya, dan dari persekutuannya dengan sesama kaum beriman, yang pada akhirnya akan menyebabkan kemandulan dalam tugas-perutusan!
- Harta kekayaan duniawi di tangan seorang yang peduli terhadap sesamanya yang dengan suka-rela membantu mereka, akan dapat berubah wujud menjadi harta surgawi (Markus 10: 21). Cinta kasih terhadap orang-orang miskin, yang lemah dan yang menderita merupakan kesaksian Injil yang paling menarik bagi dunia. Sekalipun demikian ada cukup banyak pemilik harta kekayaan yang tersandung, sebab mereka tidak melengkapi dirinya dengan perhatian yang penuh kasih terhadap sesamanya, [Markus 10: 22. Lihat juga : RM artikel 42 alinea 3].
- Sebuah Gereja akan semakin partisipatif dan berpusat pada Kristus jikalau ia sungguh-sungguh mentaati perintah pendirinya hingga melahirkan lebih banyak lagi persekutuan atau communio kaum beriman kristiani, (Bdk. AG artikel 1 alinea 1). Sebab, “mendirikan komunitas-komunitas Kristen dan mengembangkan Gereja-gereja menuju kematangannya yang penuh. Ini merupakan tujuan sentral dan menentukan dari kegiatan misioner, hal itu sedemikian penting sehingga tugas-perutusan tidaklah selesai sebelum dia berhasil membangun suatu Gereja Setempat yang baru, yang berjalan secara normal dalam lingkungan setempat, [ RM artikel 48 aliena 2].
Kita akan menutup untuk bagian penegasan dokumenter ini, dengan mendengarkan semacam PERINGATAN atau WARNING dari Bapa Suci Paus Paulus VI. Melalui Himbauan Apostolik tentang Karya Pewartaan Injil di Jaman Modern, Bapa Suci mengingatkan kita akan berbagai bahaya yang mengancam kesatuan dan persatuan di antara para murid Kristus : - Kekuatan evangelisasi akan terasa sangat berkurang, bila mereka yang mewartakan Injil, terbagi-bagi di antara mereka sendiri dalam macam-macam bentuk, (EN art 17 alinea 1).
- Kesatuan di antara para pengikut Kristus, bukan hanya merupakan bukti kepemilikan atas jemaat oleh Kristus, dan sekaligus juga bukti tentang perutusan-Nya oleh Bapa, (EN artikel 17 alinea 2).
- Tanggung-jawab Gereja sebagai communio atau persekutuan umat beriman kristiani, ialah pertama : menyajikan kepada dunia : citra Kristus yang setia, bukannya gambaran umat yang terbagi-bagi dan terpisah-pisah karena pertengkaran yang tidak membangun! Kedua : menyajikan umat yang matang di dalam iman sehingga mampu menemukan titik temu di balik ketegangan-ketegangan yang nyata, berkat usaha-usaha bersama untuk mencari kebenaran dengan jujur dan tampa pamrih. Ketiga : menyadari bahwa nasib evangelisasi itu terkait dengan kesaskian mengenai kesatuan, maka perse-kutuan kaum beriman kristiani atau communio itu bertanggung jawab untuk memberikan kesaksian tentang hal tersebut, (EN artikel 17 alinea 2).
LANGKAH BARU - Apa saja hal-hal yang merupakan perekat yang menyatukan kita sebagai suatu komunitas?
- Apa saja upaya-upaya yang telah & sedang kita lakukan untuk membangun, mengembangkan dan melestarikan komunitas kita?
- Apa saja hal-hal yang menghalangi kita untuk bisa mengambil peran-serta di dalam hidup dan kegiatan komunitas kita?
- Apakah kita pernah mengalami bahwa ada anggota ko-munitas yang menarik diri dari persekutuan kaum beriman di dalam komunitas kita? Apa saja upaya yang kita lakukan untuk membawa mereka kembali ke dalam komunitas?
Doa Umat (spontan, diawali oleh fasilitator): Penutup: • Doa Bapa Kami (menutup Doa Umat) • Doa Sinode • Doa Penutup (spontan) • Berkat • Lagu Penutup sambil Kolekte |