|
“KATA-KATA” MELAYU DAN AMSAL ...Segala pekerjaan pedang itu boleh dibuat dengan kalam Adapun pekerjaan kalam itu tiada boleh dibuat dengan pedang Maka inilah ibarat yang terlebih nyatanya dan beberapa ribu dan laksa pedang yang terhunus dengan segores kalam jadi tersarung.... (Raja Ali Haji, Pujangga Melayu Kepulauan Riau, 1808-1872) Awal Kata.... Gema “kata-kata” Raja Ali Haji di atas sengaja saya kutip. Kata-kata itu mengungkapkan bahwa kalam (kata) mempunyai tenaga dan kekuatan yang luar biasa. Kekuatan itu dapat mempengaruhi tindakan dan sikap manusia, entah menjadi baik atau buruk, hanya dengan kata-kata bisa terjadi.... ”walau hanya dengan segores kalam, beberapa ribu dan laksa pedang yang terhunus jadi tersarung” Sadar atau tidak sadar, setiap “kata-kata” kita mempunyai kekuatan. Kekuatan “kata-kata” bisa berdampak positif dan negatif. Positif, bila ia memberi semangat hidup, meneguhkan hati sesama, mengobarkan semangat, menghibur, memaafkan, dll. (meningkatkan kualitas hidup). Negatif, bila membuat orang menjadi takut, cemas, putus asa, marah, cemburu, menjadi susah atau kehilangan kegembiraan hidup (merusak kualitas hidup manusia). Terlepas dari kekuatan positif atau negatifnya, dalam setiap kehidupan (kebudayaan) “kata-kata” tetap dianggap penting sebagai sarana dalam usaha manusia membangun kehidupan yang lebih baik. Tak jarang “kata-kata” dipakai manusia untuk menyampaikan seruan profetis dan moral kepada masyarakat di mana kebudayaan itu berada. |