Visitors Counter
_TOTAL_VISITORS_113747
Archive
Kilasan Berita

Selain aksi-aksi nyata, kita harus tetap berjuang agar nilai-nilai hidup yang didasari pada semangat kristiani  haruslah  merasuki budi dan hati kita sedemikian sehingga bukan hanya gerakan penghijauan lingkungan, seperti “Green Babel” atau “Green Kepri”, tetapi juga penghijauan hati, “Green Heart”. Sumbangan kita kelihatan kecil tetapi penting sekali untuk keseluruhan. Kalau tidak dimulai dari kecil, maka kita tidak akan berhasil dalam yang besar.

 
PERESMIAN KURIA PDF Print E-mail
Written by Administrator   

Rumah ini lebih mewah dari Rumah Walikota Pangkalpinang

Image 

 “Saya sudah pernah ke Vatikan dan saya tahu bahwa jabatan Uskup itu ditetapkan berdasarkan SK Vatikan. Maka wajar juga rumah ini megah lebih dari rumah walikota. Selama ini saya heran, Bapak Uskup tinggal di tanah merah di Kebun Sahang. Moga-moga dari rumah ini terpancar cahaya kesejahteraan Rohani”. Kesan tersebut disampaikan oleh Bapak Zulkarnaen Karim MM, walikota pangkalpinang saat memberi kata sambutannya dalam rangkaian peresmian Gedubng Kantor Keuskupan Pangkalpinang yang baru, pada 16 januari 2010.

 

Pak Sarjulianto, ketua Panitia Pembangunan juga terlebih dahulu mengenalkan daerah cakupan pelayanan dan kegembalaan Mgr Hilarius meliputi dua propinsi, yakni BABEL dan Kepri. “Gedung ini merupakan gedung kantor yang layak untuk Bapak Uskup. Karena bapak uskup mempunyai wilayah kepemimpinan yang meliputi 2 propinsi maka lebih wajar jika ada kantor yang lebih baik dari kantor Gubernur Babel,” papar Bapak Sarjulianto yang juga adalah kepada Dinas PU di Kotamadya Pangkalpinang ini.

Image 

Dalam kesempatan itu juga, Bapak Sarjulianto menjelaskan bahwa konstruksi bangunan itu adalah bertulang konvesional dan dinding b-panel. Mekanisme proyeknya terlaksana secara simple. Romo Nanu, ekonom belanja bahan-bahan bangunan, sedangkan tukangnya dikomdani Teddy Halim.  Walaupun perkantoran ini sudah selesai, tetapi Bapak Uskup selama ini seperti gembala yang mengembara karena belum punya rumah yang representatif, padahal tugas sang Uskup lebih besar dari Gubernur. Maka akan dilanjutkan dengan tahap kedua yakni membangun Rumah Kediaman Uskup dan Kuria. Moga-moga Bapak Walikota akan menjadi donatur. Masalah lahan, keuskupan sudah punya tetapi untuk mengisi lahan itu sulit.

Mgr Hularius Moa Nurak, SVD dalam kata sambutannya lewat tuturan pantun, mengatakan “atas nama umat Katolik sangat gembira atas kehadiran Bapak Walikota. Kehadiran bapak tidak dibalas tetapi di balas dengan cinta. Saya merasa perlu ada giliran bapak Walikota tuk meresmikan gedung ini. Selain itu bantuan Bapak Walikota pun sangat kami perlukan”.

Image 

Bapak Walikota pun berjanji akan membantu untuk proses pembangunan tahap kedua, karena beliau heran Uskup hanya menempati ruangan kecil di lantai dua gedung baru itu. Walikota mengutip ajaran konfisius ..bila kelewang dan bedil berkaratan dan penjara penuh dengan ilalang, bila gedung pertemuan penuh dengan  laba-laba, bila dokter jalan kaki dan pedagang kaki lima naik sepeda, rumah ibadah roboh oleh ketiadaan jemaah.  Maka, marilah kita sejahterakan warga dengan kesejahteraan rohani. Agama jangan dijadikan alat untuk hidup tidak tentram,” demikian pesan Walikota. (st4n).

 
< Prev   Next >