| Penghijauan di Bukit Tunggal |
|
|
|
| Written by Administrator | |
|
Bersama Uskup Memilih Bibit Pohon
GERAKAN PENGHIJAUAN di BUKIT TUNGGAL
Bagi sebagian umat Katolik di Dekenat Bangka-Belitung, mungkin belum mengenal di mana letak Bukit Tunggal. Namun kalau dikatakan Bukit di Kebun Sahang, orang akan langsung berkata “Ooohh......”. Ya, Bukit Tunggal terletak di belakang Lokasi La Vita: Youth Center dan rumah retret Puri Sadhana di Kebun Sahang. Sebuah bukit yang tidak terlalu tinggi, namun cukup lumayan menguji fisik bagi yang belum terbiasa mendaki bukit.
Oleh karena itu, di dalam masa APP yang mengangkat tema tentang Kesejatian Hidup dalam Pemberdayaan Lingkungan, terlintas di dalam benak RD. Laurensius Yustinus Ta” Laleng, sang Direktur La Vita, untuk melakukan suatu gerakan nyata di Bukit Tunggal. Mengapa dipilih Bukit Tunggal, bukan ditempat lain misalnya kolong bekas tambang timah inkonvensional? Menurut Pastor yang berperawakan seperti tentara ini, Bukit Tunggal beberapa tahun terakhir ini sering dibakar dan tidak ditanami lagi. Sehingga bukit terlihat tandus, banyak tanaman mati dan yang tertinggal hanyalah rumput saja. Selain itu Bukit Tunggal juga sering digunakan oleh La Vita sebagai salah satu lokasi untuk kegiatan outbound, sehingga baik kalau gerakan penghijauan itu dimulai dari tempat yang paling dekat dengan kita. Maka pada tanggal 7 Maret 2008 pagi, beberapa anggota team La Vita melakukan gerakan penghijauan di Bukit Tunggal dengan bibit-bibit pohon yang sebelumnya sudah disemai terlebih dahulu oleh RD. Yustin dan Om Yansen, salah satu anggota team. Yang menjadi itu adalah bagaimana membawa bibit tersebut sampai ke puncak Bukit Tungal. Akhirnya dengan perjuangan berat, membawa arco dan tandu berisikan bibit-bibit, team berhasil membawanya sampai ke puncak bukit. Dengan berbekal linggis, parang dan cangkul kecil, bibit-bibit pohon tersebut ditanam di lokasi yang sudah ditentukan yaitu lokasi tandus bekas kebakaran tahun-tahun yang lalu. Rasa lelah dan pegal terasa hilang tergantikan rasa kagum dan syukur ketika melihat keindahan alam dari puncak bukit. Namun juga terselip rasa prihatin melihat kolong-kolong menganga bekas penambang timah yang tidak bertanggung jawab yang ada di sekitar bukit tersebut. Akhirnya menjelang siang kegiatan penghijauan ini pun selesai dan beruntung sore itu hujan segera turun yang diharapkan dapat membasahi bibit yang baru saja ditanam. Selamat untuk La Vita, dan semoga gerakan-gerakan lain segera menyusul. (HSS)
|
| < Prev | Next > |
|---|



